Sabtu, 01 September 2012

Suplemen pilihan untuk peternakan anda




BAGAIMANA MEMILIH SUPPLEMENT UNTUK PETERNAKAN ANDA?

Supplement mana yang akan Anda pilih? A atau B?
Supplement A
Supplement B
Setiap ml mengandung:
Vitamin A (from carrot extract) …...….... 170 IU
Vitamin C (from citrus extract) …...…..... 20 mg
Iron (as iron amino acid chelate) ….....….. 5 mg
Zinc (as zinc amino acid chelate) …....... 3.5 mg
Lactobacillus acidophilus ………...... 2 x 106 CFU
Bacillus subtilis ………………...…........ 4 x 108 CFU
Setiap ml mengandung:
Vitamin A (from retinoic acid) ……...... 2.000 IU
Vitamin C (from ascorbic acid) ……....... 240 mg
Iron (as iron sulfate) ………………...…........ 20 mg
Zinc (as zinc chloride) …......................... 20 mg
Lactobacillus sp. ……………..….......... 5 x 106 CFU
Bacillus sp. ……………………............... 7 x 108 CFU

Pada kenyataannya Supplement A jauh lebih baik daripada Supplement B
(walaupun Supplement B terlihat lebih meyakinkan dari segi jumlah mg).
Akan tetapi, apakah Anda tahu mengapa?

Setiap hari ribuan peternak memberikan supplement untuk ternak mereka, namun hanya sedikit di antara mereka yang tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam supplement yang telah mereka berikan. Karena sebagian besar produsen dan distributor supplement tidak memerlukan standarisasi dalam proses produksi maupun penjualan, Anda - sebagai konsumen, perlu mendapat pendidikan tentang produk-produk yang akan Anda beli agar setiap rupiah yang Anda keluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi peternakan Anda.
            Agar Anda tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam produk-produk supplement peternakan, pertama, Anda harus tahu bagaimana cara membaca dan menerjemahkan setiap informasi yang terdapat dalam setiap label. Walaupun informasi yang diberikan produsen terkadang cukup jelas, itu masih dapat membingungkan Anda jika Anda tidak mengerti
dasar-dasar terminologi.
            Rangkaian panduan berikut akan membantu Anda untuk membaca dan mengerti pentingnya setiap informasi yang terdapat dalam setiap label.



Sebagaimana yang Anda lihat di atas, setiap label hanya mencantumkan jumlah mg
dan sumber dari mana nutrisi diambil. Tetapi tidak menjelaskan kepada Anda tentang tingkat penyerapan, retensi, aktivitas biologi, serta kemungkinan adanya efek samping dari setiap bahan baku yang digunakan. Supplement peternakan sangat bervariasi dalam kualitas walaupun terkadang terlihat sama pada label.
            Sebagai contoh: Iron sulfat (FeSO4) merupakan salah satu sumber zat besi (Fe) yang banyak digunakan dalam supplement peternakan. Iron sulfat memiliki tingkat penyerapan sangat rendah (± 4%) dan zat besi yang terserap dari iron sulfat tidak digunakan dengan baik oleh ternak. Di lain pihak, iron amino acid chelate memiliki tingkat penyerapan 70-75%, lebih tinggi daripada iron sulfat.
            Ini berarti, Supplement A yang mengandung 5 mg zat besi dalam bentuk iron amino acid chelate akan mensuplai 3.50 – 3.75 mg zat besi, lebih tinggi daripada Supplement B yang hanya mensuplai 0.8 mg zat besi (4% tingkat penyerapan iron sulfat x 20 mg jumlah zat besi).
Dan, dibutuhkan setidaknya 1.500 mg vit. C dalam bentuk ascorbic acid (supplement B) untuk menyamai dosis efektif dari 5.7 mg vit. C dalam buah jeruk (supplement A).
(Sumber: Nature, June 22, 2000-Vol 405, pg. 903-904)

VITAMIN
Jenis-jenis vitamin yang digunakan dalam supplement peternakan:
·      Crystalline
Merupakan jenis vitamin yang diperoleh dari pemurnian berbagai bahan alami melalui serangkaian proses kimia, pelarutan, pemanasan, dan destilasi untuk mendapatkan sebuah struktur kimia sederhana yang kemudian direduksi menjadi serbuk vitamin murni dengan satu struktur kimia sederhana tertentu.
·      Synthetic
Merupakan jenis vitamin yang dibuat dengan merekonstruksi ulang struktur molekul dari crystalline (di dalam laboratorium) dengan “meletakkan dalam satu wadah” atau mereaksikan beberapa bahan kimia untuk membentuk sebuah struktur molekul yang menyerupai crystalline.
·      Natural (paling baik)
Merupakan jenis vitamin yang ditemukan dalam berbagai bahan alami yang tidak diberi perlakuan dengan sesuatu yang bisa merubah struktur molekul, sifat biokimia, maupun aktivitasnya, kecuali reduksi terhadap serat dan kadar air.
MINERAL
Jenis-jenis mineral yang digunakan dalam supplement peternakan:
·      Garam Mineral (dipasarkan sebagai mineral ionik)
Merupakan jenis mineral yang paling banyak digunakan dalam supplement peternakan. Mineral jenis ini dapat dikenali dengan akhiran sulfate, chloride, atau carbonate (misal: iron sulfate, zinc chloride, calcium carbonate). Garam mineral sangat sedikit diserap tubuh dan sering menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.
·      Garam Alkali
Mineral jenis ini dapat dikenali dengan akhiran oxide atau hydroxide (misal: magnesium oxide, magnesium hydroxide). Garam alkali memiliki tingkat penyerapan lebih rendah daripada garam mineral dan hanya kurang dari 1% yang benar-benar dapat dimanfaatkan ternak. Bahkan beberapa diantaranya sama sekali tidak dapat dimanfaatkan (misal: zinc oxide, copper oxide).
·      Mineral Colloidal
Merupakan jenis mineral yang disuspensikan (bukan dilarutkan) dalam medium cair sehingga berada pada ukuran partikel yang beberapa kali lebih besar daripada mineral jenis lain, yang menjadikannya sangat sulit diserap tubuh.
·      Mineral Amino Acid Chelate (paling baik)
Merupakan jenis mineral yang terikat pada struktur asam amino atau oligopeptida. Mineral jenis ini secara alami dijumpai pada berbagai tumbuhan hidup dan mikroorganisme unisel bervakuola. Mineral ini lebih mudah diserap dan lebih siap untuk dimanfaatkan tubuh serta dapat dikenali dengan akhiran amino acid chelate.

PROBIOTIK
Probiotik merupakan imbuhan pakan berupa kultur mikroorganisme hidup yang meng-untungkan bagi ternak dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Probiotik bekerja menekan pertumbuhan mikroorganisme pathogen, merangsang imunitas, serta meningkatkan kecernaan bahan pakan.
Produk probiotik yang baik seharusnya mengandung beberapa jenis mikroorganisme dari genus dan spesies yang berlainan, dan mencantumkan nama latin secara lengkap (nama genus dan nama spesies) dari setiap mikroorganisme yang digunakan beserta jumlah koloni hidup dalam setiap takaran (CFU: Colony Forming Units).

Jika mungkin, hindari produk probiotik yang hanya mencantumkan nama genus dari setiap bakteri atau fungi yang digunakan (misal: Lactobacillus sp., Bacillus sp., Aspergillus sp., Saccharomyces sp.) karena aktivitas probiotik tidak terletak pada tingkat genus tetapi pada tingkat spesies atau bahkan strain.
Contoh: Ada lebih dari 120 spesies bakteri yang tergabung dalam genus lactobacillus. Akan tetapi hanya beberapa spesies saja yang dapat dikategorikan sebagai probiotik terkait kemampuan untuk merangsang imunitas, kemampuan memproduksi enzim, serta aktivitas antagonisme terhadap mikroorganisme pathogen dalam saluran pencernaan.
Pastikan Anda menggunakan produk probiotik yang mencantumkan nama genus dan  nama spesies dengan jelas (misal: Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Aspergillus oryzae, Saccharomyces cerevisiae) agar bakteri atau fungi dalam produk probiotik yang Anda gunakan benar-benar bekerja sesuai fungsinya tanpa Anda terpengaruh dengan jumlah CFU yang tertera pada label. Karena jumlah bakteri atau fungi dalam saluran pencernaan dapat mencapai 2 kali lipat hanya dalam hitungan jam.

Bagaimana memilih supplement untuk peternakan Anda?
Ketika Anda datang ke toko peternakan, Anda akan menjumpai begitu banyak produk supplement peternakan yang ditawarkan di sana. Mulai dari vitamin, mineral, enzim, sampai probiotik dan herbal dengan berbagai merek dan takaran. Setiap produsen dan distributor mengklaim bahwa produk merekalah yang terbaik - dan kami percaya itu. Akan tetapi Anda - sebagai konsumen, harus pandai dalam mengambil keputusan pembelian agar sejumlah uang yang Anda bayarkan benar-benar memberikan peningkatan bagi peternakan Anda.

Jadi, bagaimana Anda akan memilih?
·      Pilih supplement dalam bentuk cair, serbuk, atau serbuk dalam kapsul.
Supplement dalam bentuk tablet membutuhkan panas dan tekanan tinggi selama proses pentabletan yang dapat merusak aktivitas vitamin, enzim, dan terutama probiotik. Serta adanya bahan pengikat dan pelindung yang menjadikan nutrisi didalamnya sulit untuk diserap dan dimanfaatkan ternak.
·      Usahakan memilih supplement yang tidak hanya mengandung jenis nutrisi tertentu saja (misal: vitamin, mineral, atau probiotik saja) tetapi suplement yang menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan ternak Anda. Mengingat beberapa nutrisi cenderung bekerja bersama untuk menciptakan interaksi sinergis dalam menunjang setiap fungsi tubuh.
·      Anda tidak harus memilih supplement yang “100% organik” atau “100% alami”.
Organik hanya berarti sesuatu yang mempunyai rangkaian atom karbon pada rantai utamanya. Sedangkan alami hanya berarti sesuatu yang diambil dari alam, tanpa ada korelasi dengan kualitas dan tingkat keamanan, kecuali bahan-bahan alami yang diekstrak menurut standar baku farmasi. Pastikan saja supplement yang Anda pilih berkualitas dan aman untuk ternak Anda.
·      Memiliki tanggal kadaluarsa (expired date).
Setiap produsen yang menjaga mutu produknya selalu mencantumkan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasannya, terutama produk-produk yang didalamnya terdapat vitamin, enzim, dan/atau probiotik. Karena potensi sebuah vitamin dan enzim, serta masa hidup sebuah mikoorganisme (probiotik) ada batas waktunya.
·      Jangan “bermain” dengan ukuran gram/miligram.
Jangan tergiur dengan supplement yang mengandung nutrisi tertentu dalam jumlah besar. Nutrisi yang tidak seimbang akan memicu terjadinya reaksi balik guna mempertahankan homeostatis tubuh (nutrisi yang berlebih tidak secara sederhana dikeluarkan dari tubuh).
·      Jangan membeli supplement yang “terlalu murah”.
Supplement sangat bervariasi dalam kualitas walaupun terkadang terlihat sama pada label. Ketika membeli supplement yang “terlalu murah” Anda sebenarnya hanya membuang waktu dan uang karena membeli sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan ternak Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar