|
|
Supplement mana yang akan Anda pilih? A atau B?
|
Supplement A
|
Supplement B
|
|
Setiap ml mengandung:
Vitamin A (from carrot extract) …...…....
170 IU
Vitamin C (from citrus extract) …...….....
20 mg
Iron (as iron amino acid chelate) ….....…..
5 mg
Zinc (as zinc
amino acid chelate) …....... 3.5 mg
Lactobacillus acidophilus ………...... 2 x 106 CFU
Bacillus subtilis ………………...…........ 4 x 108
CFU
|
Setiap ml
mengandung:
Vitamin A
(from retinoic acid) ……...... 2.000 IU
Vitamin C
(from ascorbic acid) ……....... 240 mg
Iron (as iron
sulfate) ………………...…........ 20 mg
Zinc (as zinc
chloride) …......................... 20 mg
Lactobacillus
sp. ……………..…..........
5 x 106 CFU
Bacillus sp. ……………………............... 7 x 108
CFU
|
Pada kenyataannya Supplement A jauh lebih baik daripada
Supplement B
(walaupun Supplement B terlihat lebih meyakinkan dari segi
jumlah mg).
Akan tetapi, apakah Anda tahu
mengapa?
Setiap hari ribuan peternak memberikan
supplement untuk ternak mereka, namun hanya sedikit di antara mereka yang tahu
apa yang sebenarnya terkandung dalam supplement yang telah mereka berikan.
Karena sebagian besar produsen dan distributor supplement tidak memerlukan
standarisasi dalam proses produksi maupun penjualan, Anda - sebagai konsumen,
perlu mendapat pendidikan tentang produk-produk yang akan Anda beli agar setiap
rupiah yang Anda keluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi peternakan Anda.
Agar
Anda tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam produk-produk supplement peternakan,
pertama, Anda harus tahu bagaimana cara membaca dan menerjemahkan setiap informasi
yang terdapat dalam setiap label. Walaupun informasi yang diberikan produsen terkadang
cukup jelas, itu masih dapat membingungkan Anda jika Anda tidak mengerti
dasar-dasar terminologi.
Rangkaian
panduan berikut akan membantu Anda untuk membaca dan mengerti pentingnya setiap
informasi yang terdapat dalam setiap label.
Sebagaimana yang Anda lihat di atas,
setiap label hanya mencantumkan jumlah mg
dan sumber dari mana nutrisi diambil. Tetapi
tidak menjelaskan kepada Anda tentang tingkat penyerapan, retensi, aktivitas
biologi, serta kemungkinan adanya efek samping dari setiap bahan baku yang digunakan. Supplement
peternakan sangat bervariasi dalam kualitas walaupun terkadang terlihat sama
pada label.
Sebagai
contoh: Iron sulfat (FeSO4) merupakan salah satu sumber zat besi
(Fe) yang banyak digunakan dalam supplement peternakan. Iron sulfat memiliki
tingkat penyerapan sangat rendah (± 4%) dan zat besi yang terserap dari iron
sulfat tidak digunakan dengan baik oleh ternak. Di lain pihak, iron amino acid
chelate memiliki tingkat penyerapan 70-75%, lebih tinggi daripada iron sulfat.
Ini
berarti, Supplement A yang mengandung 5 mg zat besi dalam bentuk iron amino
acid chelate akan mensuplai 3.50 – 3.75 mg zat besi, lebih tinggi daripada Supplement
B yang hanya mensuplai 0.8 mg zat besi (4% tingkat penyerapan iron sulfat x 20
mg jumlah zat besi).
Dan, dibutuhkan
setidaknya 1.500 mg vit. C dalam bentuk ascorbic acid (supplement B) untuk
menyamai dosis efektif dari 5.7 mg vit. C dalam buah jeruk (supplement A).
(Sumber:
Nature, June 22, 2000-Vol 405, pg. 903-904)
VITAMIN
Jenis-jenis vitamin yang digunakan dalam supplement
peternakan:
·
Crystalline
Merupakan jenis vitamin yang diperoleh
dari pemurnian berbagai bahan alami melalui serangkaian proses kimia,
pelarutan, pemanasan, dan destilasi untuk mendapatkan sebuah struktur kimia
sederhana yang kemudian direduksi menjadi serbuk vitamin murni dengan satu
struktur kimia sederhana tertentu.
·
Synthetic
Merupakan jenis vitamin yang dibuat
dengan merekonstruksi ulang struktur molekul dari crystalline (di dalam
laboratorium) dengan “meletakkan dalam satu wadah” atau mereaksikan beberapa bahan
kimia untuk membentuk sebuah struktur molekul yang menyerupai crystalline.
·
Natural
(paling baik)
Merupakan jenis vitamin yang ditemukan
dalam berbagai bahan alami yang tidak diberi perlakuan dengan sesuatu yang bisa
merubah struktur molekul, sifat biokimia, maupun aktivitasnya, kecuali reduksi
terhadap serat dan kadar air.
MINERAL
Jenis-jenis mineral yang digunakan dalam supplement
peternakan:
· Garam Mineral (dipasarkan sebagai
mineral ionik)
Merupakan jenis mineral yang paling
banyak digunakan dalam supplement peternakan. Mineral jenis ini dapat dikenali
dengan akhiran sulfate, chloride, atau carbonate (misal: iron sulfate, zinc
chloride, calcium carbonate). Garam mineral sangat sedikit diserap tubuh dan
sering menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.
·
Garam
Alkali
Mineral jenis ini dapat dikenali dengan
akhiran oxide atau hydroxide (misal: magnesium oxide, magnesium hydroxide). Garam
alkali memiliki tingkat penyerapan lebih rendah daripada garam mineral dan
hanya kurang dari 1% yang benar-benar dapat dimanfaatkan ternak. Bahkan
beberapa diantaranya sama sekali tidak dapat dimanfaatkan (misal: zinc oxide, copper
oxide).
·
Mineral
Colloidal
Merupakan jenis mineral yang
disuspensikan (bukan dilarutkan) dalam medium cair sehingga berada pada ukuran
partikel yang beberapa kali lebih besar daripada mineral jenis lain, yang
menjadikannya sangat sulit diserap tubuh.
·
Mineral
Amino Acid Chelate (paling baik)
Merupakan jenis mineral yang terikat
pada struktur asam amino atau oligopeptida. Mineral jenis ini secara alami
dijumpai pada berbagai tumbuhan hidup dan mikroorganisme unisel bervakuola.
Mineral ini lebih mudah diserap dan lebih siap untuk dimanfaatkan tubuh serta dapat
dikenali dengan akhiran amino acid chelate.
PROBIOTIK
Probiotik merupakan imbuhan pakan
berupa kultur mikroorganisme hidup yang meng-untungkan bagi ternak dengan
memperbaiki keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Probiotik bekerja menekan
pertumbuhan mikroorganisme pathogen, merangsang imunitas, serta meningkatkan
kecernaan bahan pakan.
Produk probiotik
yang baik seharusnya mengandung beberapa jenis mikroorganisme dari genus dan
spesies yang berlainan, dan mencantumkan nama latin secara lengkap (nama genus
dan nama spesies) dari setiap mikroorganisme yang digunakan beserta jumlah
koloni hidup dalam setiap takaran (CFU: Colony Forming Units).
Jika mungkin, hindari
produk probiotik yang hanya mencantumkan nama genus dari setiap bakteri atau
fungi yang digunakan (misal: Lactobacillus
sp., Bacillus sp., Aspergillus
sp., Saccharomyces sp.) karena aktivitas probiotik tidak terletak pada tingkat
genus tetapi pada tingkat spesies atau bahkan strain.
Contoh: Ada lebih
dari 120 spesies bakteri yang tergabung dalam genus lactobacillus. Akan tetapi
hanya beberapa spesies saja yang dapat dikategorikan sebagai probiotik terkait kemampuan
untuk merangsang imunitas, kemampuan memproduksi enzim, serta aktivitas
antagonisme terhadap mikroorganisme pathogen dalam saluran pencernaan.
Pastikan Anda
menggunakan produk probiotik yang mencantumkan nama genus dan nama spesies dengan jelas (misal: Lactobacillus
acidophilus, Bacillus subtilis, Aspergillus oryzae, Saccharomyces cerevisiae)
agar bakteri atau fungi dalam produk probiotik yang Anda gunakan benar-benar bekerja
sesuai fungsinya tanpa Anda terpengaruh dengan jumlah CFU yang tertera pada label.
Karena jumlah bakteri atau fungi dalam saluran pencernaan dapat mencapai 2 kali
lipat hanya dalam hitungan jam.
Bagaimana memilih supplement untuk peternakan Anda?
Ketika Anda datang ke toko peternakan, Anda
akan menjumpai begitu banyak produk supplement peternakan yang ditawarkan di sana. Mulai dari vitamin,
mineral, enzim, sampai probiotik dan herbal dengan berbagai merek dan takaran.
Setiap produsen dan distributor mengklaim bahwa produk merekalah yang terbaik -
dan kami percaya itu. Akan tetapi Anda - sebagai konsumen, harus pandai dalam mengambil
keputusan pembelian agar sejumlah uang yang Anda bayarkan benar-benar memberikan
peningkatan bagi peternakan Anda.
Jadi, bagaimana Anda akan memilih?
·
Pilih
supplement dalam bentuk cair, serbuk, atau serbuk dalam kapsul.
Supplement dalam bentuk tablet
membutuhkan panas dan tekanan tinggi selama proses pentabletan yang dapat
merusak aktivitas vitamin, enzim, dan terutama probiotik. Serta adanya bahan
pengikat dan pelindung yang menjadikan nutrisi didalamnya sulit untuk diserap
dan dimanfaatkan ternak.
·
Usahakan
memilih supplement yang tidak hanya mengandung jenis nutrisi tertentu saja
(misal: vitamin, mineral, atau probiotik saja) tetapi suplement yang
menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan ternak Anda. Mengingat beberapa
nutrisi cenderung bekerja bersama untuk menciptakan interaksi sinergis dalam menunjang
setiap fungsi tubuh.
·
Anda
tidak harus memilih supplement yang “100% organik” atau “100% alami”.
Organik hanya berarti sesuatu yang mempunyai
rangkaian atom karbon pada rantai utamanya. Sedangkan alami hanya berarti
sesuatu yang diambil dari alam, tanpa ada korelasi dengan kualitas dan tingkat keamanan,
kecuali bahan-bahan alami yang diekstrak menurut standar baku farmasi. Pastikan saja supplement yang
Anda pilih berkualitas dan aman untuk ternak Anda.
·
Memiliki
tanggal kadaluarsa (expired date).
Setiap produsen yang menjaga mutu
produknya selalu mencantumkan tanggal kadaluarsa pada setiap kemasannya, terutama
produk-produk yang didalamnya terdapat vitamin, enzim, dan/atau probiotik.
Karena potensi sebuah vitamin dan enzim, serta masa hidup sebuah mikoorganisme (probiotik)
ada batas waktunya.
·
Jangan
“bermain” dengan ukuran gram/miligram.
Jangan tergiur
dengan supplement yang mengandung nutrisi tertentu dalam jumlah besar. Nutrisi
yang tidak seimbang akan memicu terjadinya reaksi balik guna mempertahankan
homeostatis tubuh (nutrisi yang berlebih tidak secara sederhana dikeluarkan
dari tubuh).
·
Jangan
membeli supplement yang “terlalu murah”.
Supplement sangat bervariasi dalam
kualitas walaupun terkadang terlihat sama pada label. Ketika membeli supplement yang
“terlalu murah” Anda sebenarnya hanya membuang waktu dan uang karena membeli
sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan ternak Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar